Sunday, March 31, 2013

pantai Baron, Jogjakarta

Baron Beach most beautiful beach in Java



Baron Beach is located in the village of Kemadang, Tanjungsari District, about 23km south of the city Wonosari, is the first beach encountered from the series Beach Baron, Kukup, Throughout, Drini, Krakal and Sundak.

On the beach there are also underground river estuary that can be used for bathing after playing in the sea. In addition, tourists can also enjoy fresh seafood and fast food, at affordable prices, including the typical menu Baron coast snapper soup. On the east side can be achieved through a circular path there is a limestone hill, tourists can rest in the substation of view, while sipping a refreshing coastal air. Approximately 10 miles west of the beach towards the beach there are Parang Baron Racuk with towering hills and steep, freely from the top of the hill.

Pantai Krakal

Krakal Beach


Krakal Beach is one of the most beautiful beach among beaches in Java. Krakal Beach has soft texture and white sand covering along 5 kilometers away. The beach gets sunshine from early in the morning until the evening most of the years. The sea wind also blows softly with the big wave. In the future, the beach will be developed for tourists village and resort, particularly foreigners.

bromo mountain

Bromo Mountain, East Java

Bromo Mountain

Mount Bromo (from Sanskrit: Brahma, one of the Main Hindu Gods), is a volcano is still active and most famous as a tourist attraction in East Java. As a tourist attraction, Mount Bromo become attractive because of its status as the volcano is still active.

Bromo has a height of 2392 meters above sea level is located in four regions, namely Probolinggo, Pasuruan, Lumajang and Malang. Mount Bromo mesh body shape between valleys and canyons with a caldera or a sea of ​​sand covering approximately 10 square kilometers.

Monday, March 25, 2013

Tipe Terumbu Karang

Tipe Terumbu Karang

Dalam posting kali ini saya ingin berbagi tentang tipe dan karakteristik terumbu karang, Suharsono (1996) mengatakan bahwa perbedaan tempat hidup, kondisi lingkungan serta bertambahnya kedalaman merupakan faktor yang mempengaruhi morfologi karang. Masing-masing karang mempunyai respon yang spesifik terhadap lingkungan. Karang mempunyai bentuk pertumbuhan individu maupun koloninya yang berkaitan erat dengan massa air dan pencahayaan dari sinar matahari pada masing-masing lokasi.
Beberapa bentuk contoh pertumbuhan karang dan karakteristik dari masing-masing genera menurut Ongkosongo (1988), yaitu:
1.       Tipe bercabang (branching); karang seperti ini memiliki cabang dengan ukuran cabang lebih panjang dibandingkan dengan ketebalan atau diameter yang dimilikinya.
2.       Tipe padat (massive); karang ini berbentuk seperti bola, ukurannya bervariasi mulai dari sebesar telur sampai sebesar ukuran rumah. Jika pada beberapa bagian karang itu mati, karang ini akan berkembang menjadi tonjolan sedangkan bila berada di daerah dangkal di bagian atasnya akan berbentuk seperti cincin. Permukaan terumbu halus dan padat.
3.       Tipe kerak/merayap (encrusting); karang seperti ini tumbuh menutupi permukaan dasar terumbu. Karang ini memiliki permukaan kasar dan keras serta lubang-lubang kecil.
4.       Tipe meja (tabulate); karang ini berbentuk menyerupai meja dengan permukaan yang lebar dan datar. Karang ini ditopang oleh sebuah batang yang berpusat atau bertumpu pada satu sisi membentuk sudut atau datar.
5.    Tipe daun (foliose); karang ini tumbuh dalam bentuk lembaran-lembaran yang menonjol pada dasar terumbu, berukuran kecil dan membentuk lipatan melingkar.
6.        Tipe jamur (mushroom); karang ini berbentuk oval dan tampak seperti jamur, memiliki banyak tonjolan seperti punggung bukit yang berlur dari tepi hingga kepusat mulut.

sedikit post tentang terumbu karang semoga bermanfaat...

sumber :
Suharsono, 1996. Jenis-Jenis Karang yang Umum Dijumpai di Perairan Indonesia. P3-O LIPI, Proyek Penelitian dan Pengembangan Daerah Pantai, Jakarta.

Sunday, March 24, 2013

Bank reconciliation

Rekonsiliasi Bank



Seorang yang mempunyai rekening di bank akan menerima salinan catatan keluar masuknya uang yang ada di bank setiap akhir bulan. Salinan ini disebut “Rekening Koran” atau “Perhitungan Berjalan”.  Apabila seorang akan menyetorkan uangnya ke bank dan melakukan pembayaran dengan cek atas Bank itu, maka saldo menurut nasabah haruslah sama dengan saldo rekening koran yang diterimanya dari Bank. Salinan rekening koran yang dikirimkan kepada nasabah berisi meliputi :


  • ·         Jumlah saldo di Bank awal bulan
  • ·         Transaksi-transaksi yang menambah uang di bank selama sebulan itu.
  • ·         Transaksi-transaksi yang mengurangi uang di bank selama sebulan itu.
  • ·         Jumlah saldo uang dibank pada akhir bulan

Setelah menerima salinan rekening koran dari bank, maka harus dicocokan dengan catatan saldo kas. Seringkali bahwa saldo menurut catatan tidak sama dengan saldo rekening koran, ketidaksamaan itu disebabkan oleh faktor :


1.   Setoran dalam proses (deposit in transit)


Sejumlah setoran atau penyetoran uang oleh perusahaan atau nasabah pada akhir bulan, tetapi oleh bank belum dicatat.


2.  Cek dalam peredaran (out standing check )


Cek yang telah dikeluarkan perusahaan, tetapi oleh pemegang cek belum diuangkan ke bank sehingga keluaran tersebut belum dicatat oleh bank.


3.  Kesalahan pencatatan/kekhilafan bank dalam melakukan pencatatan. Bank mencatat penyetoran dan pengambilan ke rekening koran nasabah lain.


4.  Adanya hasil inkaso bank.


Yaitu hasil penagihan piutang/wesel atas nama perusahaan dan dilakukan oleh bank, tetapi oleh bank belum dilaporkan ke perusahaan.


5.  Cek kosong ( cek yang tidak cukup dana )


 Yaitu cek yang diterima perusahaan, kemudian langsung didepositkan ke bank, tetapi oleh bank cek itu dikembalikan tidak cukup dana.


6.  Cek ditempat (counter check )


Yaitu pengambilan uang dibank tidak menggunakan cek (buku cek ) melainkan dengan formulir (slip pengambilan) yang disedikan bank.


7.  Kesalahan yang dilakukan bank atau perusahaan yaitu mencatat uang dengan jumlah terlalu besar atau terlalu kecil. 

Ini sedikit tentang Rekonsiliasi Bank, sampai bertemu dipost lain kali. semoga bermanfaat......